Ini Perbedaan Trading Forex dan Crypto !!

Dalam dunia transaksi finansial tradisional, banyak sekali informasi yang bertebaran mengenai transaksi mata uang tersebut, atau yang biasa disebut dengan trading forex.

Forex atau Foreign Exchanger adalah sebuah kegiatan di dunia keuangan yang menukar mata uang suatu negara ke mata uang suatu negara lainnya dengan tujuan keuntungan (yang paling sederhana) yang didapat dari selisih harga jual beli (spread).

Dalam transaksi finansial modern, terdapat pendatang baru yang sudah satu dekade ini masuk ke dalam pasar, yakni mata uang crypto atau cryptocurrency. Hal ini diawali dengan hadirnya Bitcoin (BTC) sebagai mata uang crypto.

Crypto ini sendiri semakin terkenal semenjak lonjakan hebatnya hingga mencapai nilai $ 20.000 per toke, tetapi kemudia langsung jatuh dengan sangat curam sesudahnya.

Pada beberapa tahun belakangan ini, Bitcoin telah dijadikan aset untuk melakukan banyak kegiatan trading dan juga investasi layaknya kepemilikan saham perusahaan.

Jika dikerucutkan lebih lanjut, kedua transaksi ini telah menjadi bagian dari kegiatan trading, sehingga kamu perlu tahu, apa saja perbedaan mendasar dari trading forex maupun trading cryptocurrency.

Berikut artikel ini akan coba menjabarkan perbedaan-perbedaan mendasar tersebut untuk menambah wawasan pembaca sekalian.

Aset Transaksi

Hal mendasar yang membedakan trading forex dan crypto adalah aset yang ditransaksikan.

Seperti yang sudah dijabarkan sedikit di atas, trading forex mentransaksikan mata uang suatu negara ke mata uang negara lainnya.

Contoh sederhananya, Rupiah Indonesia (IDR) dengan ollar Amerika Serikat (USD). Secara nilai tukar, pada saat penulisan 1 USD bernilai tukar 15.590-an  IDR. Dalam transaksi sederhana, jika trader (pelaku trading) membeli 100 USD menggunakan IDR dengan nilai tukar saat ini, dan menukarnya kembali ke IDR di harga 16.000 per USD-nya, maka trader tersebut sudah bisa meraih untung.

Dalam trading forex global, bisa dilihat terdapat pilihan pasangan perdagangan (pair) antara Euro dan USD yang biasa disimbolkan dengan pair EUR/USD, dengan tentunya nilai tukar kedua mata uang inilah yang menjadi fokus para trader dalam meraup keuntungan pada pasar mata uang.

Pada trading crypto sendiri, transaksi akan berupa aset mata uang crypto yang akan memiliki pair yang beragam, bisa antara crypto dan crypto lain ataupun crypto dan mata uang suatu negara (fiat).

Untuk crypto lain, biasanya pair yang sering digunakan oleh para trader dan investor ialah Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang disimbolkan dengan BTC/ETH.

Disini, para trader akan mentransaksikan nilai tukar ETH terhadap BTC untuk meraih keuntungan dari fluktuasi harga, yang secara umum, penghitungannya hampir sama dengan fluktuasi pada forex dengan nilai-nilai pergerakan yang disesuaikan.

Sedangkan, pada crypto dengan mata uang negara, transaksi nilai tukar antara BTC dan misalnya IDR memiliki skemanya yang kurang lebih sama seperti perhitungan transaksi forex.

Sumber Keputusan Transaksi

Forex

Karena aset dari kedua transaksi forex dan cryptocurrency ini berbeda, tentu data-data ekonomi dan fundamental yang perlu diperhatikan juga akan berbeda. Hal ini biasanya digunakan untuk menentukan sumber keputusan transaksi, terlepas dari adanya analisis teknikal (mengandalkan pola-pola pada harga di grafik suatu pair) atau tidak.

Untuk kasus fundamental, forex lebih cenderung melihat keadaan suatu negara tempat mata uang pair digunakan, contoh Euro, dengan kecenderungan melihat pada kondisi di zona Eropa, tetapi misalnya untuk EUR/USD, trader juga harus memperhatikan sentimen data ekonomi yang ada di Amerika Serikat untuk melihat apa yang mempengaruhi minat pasar terhadap USD. Hal ini seperti melihat ke dua arah secara umum.

Tak jarang, forex pun akan terpengaruh oleh suatu kondisi ekonomi global. Contohnya adalah pandemi Covid-19 yang mempengaruhi seluruh pair mata uang, terlepas dari banyaknya korban pada negara-negara tersebut.

Hal ini disebabkan karena pada saat negara berekonomi tinggi mengalami masalah, maka mata uang negara lain di sekitarnya pun akan terkena imbas dari adanya masalah di sektor mikro dan makro tersebut (seperti ekspor impor, transportasi, wiasata, dan lain sebagainya).

Dalam sudut pandang ini, orientasi transaksi pada forex adalah memanfaatkan psikologi pasar dalam jangka pendek dan memanfaatkan kekuatan suatu perekonomian atau data ekonomi suatu negara dalam jangka menengah dan panjang, untuk mengetahui lebih lanjut ikuti tautan berikut.

Cryptocurrency

Sedangkan pada crypto, berita tentang keputusan blockchain lebih berpengaruh terhadap harga. Berita ekonomi biasa seperti pengurangan suku bunga tidak memiliki dampak yang signifikan pada pasar cryptocurrency.

Berita-berita yang berkaitan dengan blockchain atau crypto justru yang akan menggerakan harga pada pasar, seperti misalnya Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan Tiongkok akan mulai menggunakan teknologi blockchain. Setelah berita ini disiarkan, harga BTC naik hampir Rp 50 juta hanya dalam beberapa minggu.

Cryptocurrency sendiri digunakan lebih sebagai safe haven daripada trading itu sendiri. Apabila digunakan sebagai trading pun, lebih banyak orang menggunakan teknik swing atau swing-trading daripada day-trading.

Alasan banyaknya orang yang menggunakan cryptocurrency sebagai safe haven, karena menyimpan uang crypto dapat dilakukan di dalam pialang atau broker dan tidak memiliki biaya. Berbeda dengan forex yang memiliki biaya overnight.

Hal ini juga karena crypto dipandang sebagai aset paling fluktuatif dalam meraup keuntungan besar dengan risiko yang juga besar (melebihi aset tradisional lain seperti obligasi dan saham).

Serta, yang terakhir, perdagangan forex hanya berlaku 5 hari dalam seminggu (24/5). Namun, perdagangan cryptocurrency bisa dilakukan setiap hari (24/7).

Persamaan Keduanya

Persamaan antara forex dan cryptocurrency adalah keduanya memerlukan pengetahuan dalam bertransaksi di dalam pasar masing-masing.

Selain itu, keduanya juga menggunakan grafik trading dan indikator yang sama seperti Fibonacci, MACD, Bollinger Band, RSI, Moving Average, dan lainnya.

Persamaan yang paling penting untuk diketahui adalah melakukan trading pada dasarnya dapat membuat rugi dan juga untung. Kedua pasar memiliki risiko yang besar masing-masing.

Bagaimana? Sudah mengerti kan perbedaan di antara keduanya! Jangan lupa pastikan diri Anda melihat terlebih dahulu keadaan pasar dan juga perekonomian dalam melakukan kegiatan trading ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *