Apa itu Mata Uang Crypto?

Cryptocurrency, bagi sebagian orang mungkin masih asing ketika mendengarnya. Cryptocurrency atau mata uang crypto adalah mata uang digital atau tak memiliki bentuk dan digadang-gadangkan akan menggantikan mata uang fiat karena dianggap lebih menguntungkan.

Crypto ditemukan pada tahun 2009 dan memiliki berbagai macam jenis. Crypto pertama yang dibuat adalah Bitcoin, disusul dengan Ethereum, Ripple, Litecoin, Dash, dll. Sifat crypto sendiri adalah terdesentralisasi atau privat yang membuat harga mata uang crypto kadang bisa naik dan turun di waktu yang tak tentu.

Karena bersifat fluktuatif harga crypto bergantung pada permintaan pasar, dan karena jumlah crypto yang terbatas sehingga tidak akan mengalami inflasi. Trading crypto adalah salah satu cara berinvestasi dengan melakukan transaksi membeli, menjual, dan memperdagangkan aset crypto yang menghasilkan selisih sebagai untung.

6 Point Tentang Cryptocurrency

  • Menambang

Menambang adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan crypto. Setiap pertambangan oleh penambang, tiap transaksinya akan tervalidasi, terbangun, dan tersimpan dalam blok baru di blockchain. Cara ini cukup sulit dilakukan karena membutuhkan perangkat keras dan perhitungan algoritma dan pemecahan matematika. Cara menambang juga sangatlah boros listrik, namun saat ini sudah banyak startup yang menawarkan penambangan dengan cloud mining yang jauh lebih mudah. Cloud mining adalah sebuah layanan menambang crypto dengan membeli kontrak menyewa perangkat yang memberikan layanan cloud mining tersebut. 

  • Membeli di Exchange

Anda bisa melakukan trading crypto melalui Exchange. Saat ini sudah banyak layanan exchange lokal yang menyediakan proses layanan jual beli hanya dengan daftar pada platform exchange untuk membuat akun. Pastikan akun yang Anda buat terverifikasi agar dapat melakukan penjualan dan penarikan. Trading bisa dilakukan dari  0.00000001 bitcoin karena harga crypto yang bisa berubah kapan saja. Trading di exchange juga bisa dilakukan di handphone Android namun akan lebih baik jika menggunakan laptop atau PC karena fitur yang lebih lengkap jika diakses melalui desktop.

Karena harganya yang fluktuatif, Anda dapat membeli crypto di saat harga sedang turun atau downtrend dan menjualnya di saat harga sedang naik. Kenaikan harga crypto bisa 4-7 kali lipat dari harga awal.

  • Keamanan

Exchange atau bursa crypto bersifat digital. Risiko keamanan yang mengincar adalah peretasan, gangguan jaringan dan malware. Hacker dapat mengincar komputer yang menyimpan crypto namun Anda dapat mengatasinya dengan menyimpan crypto di komputer yang tak terhubung dengan internet, menggunakan wallet yang disediakan exchange, atau mencetak private key dan private address secara offline. 

  • Tidak ada asuransi

Crypto sendiri masih menjadi perdebatan. Di Indonesia exchange crypto dan wallet crypto tidak memiliki asuransi ataupun jaminan dari pemerintah. Jadi, jika sewaktu-waktu dana hilang maka tidak ada jaminan yang melindungi dana tersebut kembali. 

  • Risiko fluktuatif

Turunnya harga crypto saat sedang bisa sangat tajam. Kunci dari trading crypto adalah sabar. Harga yang dapat berubah-ubah kapanpun membuat Anda harus sabar agar dapat menjual crypto dengan harga yang tinggi kembali. 

  • Risiko pajak

Di Indonesia, risiko pajak untuk crypto sudah mulai akan diterapkan. Pajak Penghasilan (PPh) akan diberlakukan untuk setiap transaksi penjualan crypto dan token pada perusahaan exchange crypto.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *