Apa itu Teknologi Blockchain ?

Blockchain adalah dalam istilah paling sederhana, merupakan serangkaian catatan data digital yang dikelola oleh sekelompok komputer yang tidak dimiliki oleh satu entitas tunggal. Masing-masing blok data ini (block) diamankan dan diikat satu sama lain menggunakan rantai prinsip kriptografi (chain). Jaringan blockchain tidak memiliki otoritas pusat, sistemnya terdesentralisasi.

Blockchain juga diibaratkan catatan buku besar (ledger) yang didalamnya terdapat informasi yang terbuka oleh siapa saja, semua orang bisa membaca informasi yang ada di blockchain. Karena itu, apa yang dibangun di blockchain pada dasarnya transparan dan semua orang yang terlibat didalamnya bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Hash

Hash adalah sebuah kode yang ada dalam sebuah data di Blockchain. Isinya adalah serangkaian kata dan huruf. Fungsi hash adalah fungsi matematika yang mengambil sejumlah variabel karakter dan  mengubahnya menjadi string (rangkaian) dengan jumlah karakter tetap. Bahkan perubahan kecil yang dilakukan pada string ini bisa menciptakan hash yang baru.

Node

Node adalah jaringan komputer individual. Setiap node memiliki salinan dari ledger data digital atau blockchain. Node bisa mengklasifikasi transaksi menjadi valid dan tidak valid. Jika suatu transaksi valid maka akan ditulis ke dalam block.

Block

Block adalah penyusun sebuah blockchain. Setiap node memiliki salinan blockchain tersebut. Bila sebuah block telah mencapai sejumlah transaksi yang telah disetujui maka block baru akan terbentuk.

Cara Kerja Blockchain

Agar lebih mudah memahami cara kerja blockchain mari gunakan analogi penggunaan Google documents. Dengan Google documents, orang-orang bisa memiliki akses yang sama pada waktu yang sama dan versi tunggal dari dokumen tersebut bisa terlihat oleh mereka.

Jika ada perubahan di dokumen tersebut maka akan terlihat, hal ini membuat penyebaran informasi menjadi lebih efektif karena tidak harus dikirim bolak-balik. Kurang lebih seperti itulah cara kerja blockchain.  

Jaringan blockchain secara otomatis memverifikasi sistemnya sendiri dan menambahkan catatan transaksi terbaru dalam interval waktu tertentu sehingga menjamin keakuratan data yang ada di dalamnya. Dengan adanya Blockchain, peran “Middleman” dapat digantikan di beberapa kasus.

Semua orang yang masuk dalam jaringan suatu Blockchain dapat dengan sendirinya melakukan transaksi secara langsung dan aman dengan satu sama lain. Sistem akan memverifikasi transaksi dan memasukkan riwayat transaksi ke dalam Blockchain dalam bentuk kode kriptografik.

Point – Point Karakteristik Utama Blockchain

Desentralisasi

Dalam sistem desentralisasi informasi tidak disimpan oleh satu entitas tunggal. Semua orang di jaringan memiliki informasi. Dalam jaringan yang terdesentralisasi, jika ingin berinteraksi dengan teman bisa dilakukan secara langsung tanpa menggunakan pihak ketiga. Contohnya, kamu memiliki uangmu sendiri, kamu bertanggung jawab dengan aset tersebut dan kamu bebas mengirim  ke siapa saja secara mandiri. Itulah terdesentralisasi pada blockchain.

Transparansi

Sebagian orang berpikir kalau blockchain bersifat privat dan rahasia, namun beberapa orang mengatakan bahwa blockchain bersifat transparan. Realitanya, identitas asli pengguna blockchain bisa disembunyikan melalui kriptografi yang rumit. Identitas pengguna bisa disembunyikan, namun tidak dengan transaksinya. Semua transaksi dan perubahan dalam blockchain bisa dilihat sehingga menyulitkan terjadinya manipulasi.

Kekal

Kekal yang dimaksud di sini adalah, jika data sudah dimasukkan ke dalam blockchain maka tidak dapat dirusak. Hal ini bisa terjadi karena ada fungsi hash, contohnya jika ada hacker menyerang blok 3 dan mencoba mengubah data. Karena sifat fungsi hash, sedikit perubahan dalam data akan mengubah hash secara drastis. Setiap perubahan kecil sepenuhnya akan mengubah rantai, yang hampir tidak mungkin. Inilah yang membuat blockchain bisa kekal.

Proof-of-Work

Proof of work adalah metode untuk suksesnya penambangan (mining) bitcoin. Metode ini membutuhkan beberapa usaha seperti memproses data, memecahkan kode untuk menambang. Pow akan meminta pengguna untuk melakukan permohonan layanan yang akan diproses oleh komputer.

Kemudian, PoW akan meminta pengguna untuk menjalankan hashing algoritma agar validasi transaksi dapat terjadi. Para miner harus berhasil memecahkan kode yang muncul agar semua data yang dimuat menjalankan hashing algoritma berulang kali yang muncul dari semua data yang ada di dalam blok termuat.

Mining

Mining atau penambangan adalah kegiatan dari memvalidasi transaksi Blockchain. Mining dapat berhasil jika penambang (miners) bisa memecahkan PoW, hasilnya adalah berupa koin. Penambangan bisa menjadi bisnis yang menguntungkan apabila dilakukan dengan benar.

Saat ini, karena ada sejumlah besar transaksi yang terjadi dalam jaringan Bitcoin, biaya transaksi telah meroket. Meski, bersifat sukarela dari pihak pengirim, penambang akan selalu memprioritaskan transfer dengan biaya transaksi yang lebih tinggi. Dengan memilih hardware dan target penambangan yang paling efisien dan sesuai, penambangan dapat menghasilkan pendapatan pasif yang stabil.

Pengaplikasian Teknologi Blockchain

Pengaplikasian teknologi blockchain seringkali dianggap hanya untuk cryptocurrency saja, padahal ada banyak pengaplikasian teknologi blockchain di industri lainnya.

Smart contract

Dengan teknologi blockchain memungkinkan pengkodean kontrak sederhana yang akan dijalankan ketika kondisi yang ditentukan terpenuhi. Smart contract dapat diprogram untuk melakukan fungsi-fungsi sederhana. Misalnya, derivatif dapat dibayarkan ketika instrumen keuangan memenuhi tolok ukur tertentu, dengan penggunaan teknologi blockchain dan Bitcoin memungkinkan pembayaran dilakukan secara otomatis. Smart contract ini bisa berguna untuk kontrak pekerjaan, bisnis, dan lain sebagainya.

Sharing Economy

Dengan menggunakan sistem peer to peer dari blockchain bisa membuka pintu interaksi antar industri dengan lebih mudah.

Penggalangan Dana / Charity

Blockchain dapat membuat proses pengumpulan dana menjadi lebih mudah, dan berpotensi untuk menghasilkan pemberi dana lebih banyak dengan pendistribusian yang transparan.

Database Pemerintah

Dengan menggunakan blockchain, pemerintah dapat membuat database yang transparan, terdistribusi dan bisa diakses oleh publik.

Penyimpanan Data

Blockchain bisa menyimpan data secara aman dan terhindar dari peretasan karena data didesentralisasi ke banyak jaringan.

Perlindungan Hak Cipta

Blockchain bisa menyimpan smart contract berisi data perihal hak cipta untuk membantu para penemu terhindar dari pencurian ide, memperkecil risiko pencurian ide dan redistribusi. Serta membantu para penemu untuk menjual hak cipta yang mereka miliki.

Manajemen Identitas

Buku besar yang dibagikan di blockchain menawarkan metode yang lebih kompleks untuk membuktikan identitas pribadi. Ini juga bisa menjadi cara untuk mendigitalkan dokumen pribadI dengan aman terutama untuk interaksi online.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *